Bungo, Potret.co.id – Dari sudut pandang masyarakat Kabupaten Bungo, aksi meminta sumbangan yang semakin meresahkan telah menimbulkan gelombang protes dan kekhawatiran yang mendalam.

Dari ujung Muaro Kuamang hingga wilayah sekitar Bandara Muaro Bungo, warga menyaksikan dengan kebingungan dan kekhawatiran ketika beberapa kelompok orang dengan berani berdiri di tengah jalanan yang sudah rusak, menyerukan sumbangan kepada pengendara yang melintas.

Aksi ini, yang semula mungkin dianggap sebagai bentuk solidaritas atau kepedulian sosial, kini menjadi sumber ketidaknyamanan dan bahkan ancaman bagi keselamatan publik.

Mengapa? Karena jalanan yang seharusnya menjadi prioritas perbaikan oleh pemerintah malah menjadi panggung bagi para pengumpul sumbangan untuk “beraksi”.

Dalam pandangan masyarakat, aksi ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga mengancam keselamatan mereka sendiri. Bukanlah hal yang jarang untuk melihat pengemudi harus memperlambat laju kendaraan mereka atau bahkan harus berhenti secara tiba-tiba untuk menghindari bertabrakan dengan para pengumpul sumbangan yang berdiri di tengah jalan. Keselamatan menjadi taruhan dalam permainan sumbangan yang semakin berani ini.

Para pengguna jalan juga mengecam sikap para pengumpul sumbangan yang tampaknya menganggap diri mereka memiliki kedaulatan atas ruang tersebut. Dengan berdiri gagah di tengah jalanan, mereka menantang hukum dan keteraturan, mengabaikan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik.

Dalam konteks ini, warga Kabupaten Bungo menuntut tindakan tegas dari pemerintah setempat. Mereka menegaskan perlunya penegakan hukum yang lebih kuat untuk memastikan bahwa jalan raya adalah tempat yang aman bagi semua pengguna.

Solusi jangka panjang seperti rehabilitasi jalan dan pemberdayaan ekonomi bagi para pengumpul sumbangan juga ditekankan sebagai langkah yang penting untuk mengatasi akar permasalahan ini.

Masyarakat memahami bahwa aksi meminta sumbangan mungkin merupakan respons terhadap kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh sebagian orang.

Namun demikian, mereka menegaskan bahwa tindakan ini tidak dapat dilakukan dengan merugikan atau mengancam keselamatan publik. Semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib di jalanan Kabupaten Bungo.

“Jalan raya bukanlah panggung bagi aksi-aksi tidak bertanggung jawab, tetapi merupakan jalur yang harus dilalui dengan aman dan tertib bagi semua”.

 

Penulis: Mey