Bungo — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan rakit di aliran Sungai Batang Tebo, wilayah Dusun Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi, dikeluhkan masyarakat setempat.
Informasi yang dihimpun, terdapat dua set rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI di aliran Sungai Batang Tebo. Yang menjadi perhatian warga, lokasi aktivitas tersebut disebut hanya berjarak beberapa meter di belakang masjid yang berada di kawasan permukiman masyarakat.
Keberadaan aktivitas tersebut dinilai tidak hanya berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan sungai, tetapi juga mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan di masjid.
Warga menyebut, suara mesin dari aktivitas rakit PETI terdengar cukup keras hingga ke area masjid.
“Di masjid orang sedang azan, sementara suara mesin dari aktivitas di sungai cukup keras dan terdengar sampai ke masjid. Kami berharap ini menjadi perhatian,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut informasi yang disampaikan masyarakat, dua set rakit tersebut diduga milik salah seorang warga yang dikenal dengan sebutan Haji di Dusun Tanah Bekali. Namun, terkait dugaan kepemilikan tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh konfirmasi langsung dari pihak yang bersangkutan.
Warga juga menyoroti lokasi aktivitas yang sangat dekat dengan masjid. Menurut mereka, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari pemerintah dusun maupun aparat penegak hukum karena menyangkut kenyamanan masyarakat sekaligus kondisi lingkungan di sekitar Sungai Batang Tebo.
Masyarakat berharap Datuk Rio bersama Pemerintah Dusun Tanah Bekali dapat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang sebenarnya.
Selain itu, warga juga meminta aparat penegak hukum, baik Polsek Tanah Sepenggal maupun Polres Bungo, untuk melakukan pengecekan terhadap dugaan aktivitas PETI tersebut. Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, masyarakat berharap dapat dilakukan tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat aktivitas tersebut disebut berada sangat dekat dengan fasilitas ibadah dan kawasan masyarakat.
Masyarakat juga berharap penanganan dilakukan secara terbuka dan sesuai prosedur, sehingga persoalan lingkungan, kenyamanan beribadah, serta aktivitas pertambangan di wilayah tersebut dapat memperoleh kejelasan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Dusun Tanah Bekali maupun pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas PETI tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang disebut maupun pihak terkait lainnya guna memperoleh pemberitaan yang berimbang.(Mey)