Selasa, Juli 28, 2026
BerandaDaerahBerita LokalPilunya Nasib TKI Asal Bungo, Rumah Hasil Keringat 11 Tahun Merantau Diduga...

Pilunya Nasib TKI Asal Bungo, Rumah Hasil Keringat 11 Tahun Merantau Diduga Digusur hingga Rata dengan Tanah

Bungo – Kisah pilu menimpa Yanto (47), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang telah bertahun-tahun mengadu nasib di Malaysia demi mengubah kehidupan keluarganya. Rumah yang ia bangun dengan hasil keringat selama merantau di Dusun Simpang Babeko, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, kini diduga telah digusur hingga rata dengan tanah.

Peristiwa itu menjadi pukulan yang sangat berat bagi Yanto. Dari negeri rantau, ia hanya bisa menahan tangis ketika menerima kabar dari keluarganya beberapa hari lalu melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Rumah yang selama ini menjadi simbol perjuangan hidupnya disebut sudah tidak lagi berdiri.

Menurut pengakuannya kepada media ini, rumah yang dibangun sekitar tahun 2010 itu diduga digusur oleh tetangganya sendiri menggunakan alat berat. Tak hanya bangunannya yang hilang, puing-puing rumah pun disebut sudah tidak tersisa. Kini, lokasi yang dahulu menjadi tempat berteduh keluarganya disebut telah berubah menjadi lahan parkir kendaraan.

“Saya bekerja bertahun-tahun di Malaysia hanya untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Awalnya membeli tanah, kemudian pelan-pelan membangun rumah. Semua itu hasil keringat saya selama merantau. Sekarang saya mendapat kabar rumah itu sudah hilang dan tanahnya sudah rata,” ujar Yanto dengan suara penuh kesedihan melalui sambungan WhatsApp.

Bagi Yanto, rumah tersebut bukan sekadar bangunan. Di setiap bata yang tersusun, ada pengorbanan, kerinduan kepada keluarga, serta mimpi yang ia bangun selama bertahun-tahun menjadi pekerja migran. Ia rela meninggalkan kampung halaman dan orang-orang tercinta demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Namun, perjuangan panjang itu kini seolah lenyap dalam sekejap. Dari negeri orang, Yanto mengaku tidak mampu berbuat banyak selain berharap keadilan masih berpihak kepadanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bungo, aparat penegak hukum, serta instansi terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang menimpanya. Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka bukan hanya sebuah bangunan yang hilang, tetapi juga hasil jerih payah dan pengorbanan hidup yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun.

“Saya hanya ingin keadilan. Saya berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat membantu menyelesaikan persoalan ini. Rumah itu adalah hasil perjuangan saya selama bekerja di negeri orang. Jangan sampai jerih payah rakyat kecil hilang begitu saja tanpa ada penyelesaian,” harapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pengakuan Yanto belum memberikan keterangan maupun klarifikasi terkait dugaan penggusuran tersebut. Media ini juga masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

Penulis: Mey Landry

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments