Bungo – Di tengah musibah kebakaran hebat yang meluluhlantakkan puluhan kios dan lapak pedagang di Pasar Atas Muaro Bungo pada Minggu dini hari (26/04/2026), muncul sebuah pemandangan tak biasa yang langsung menyita perhatian warga dan viral di media sosial.
Sebuah baliho besar ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa dan Hari Raya Idul Fitri milik Anggota DPRD Provinsi Jambi, H. Yahya, S.Pd.I dari Fraksi PPP, terlihat masih berdiri utuh dan nyaris tanpa kerusakan, meski posisinya tepat berada di area yang dikepung kobaran api saat peristiwa nahas tersebut terjadi.
Padahal, diketahui kebakaran yang melanda Pasar Atas Muaro Bungo sekitar pukul 03.10 WIB itu cukup dahsyat. Sedikitnya 120 pedagang terdampak dan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar akibat amukan si jago merah yang baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB.
Namun dari sekian banyak bangunan, lapak, hingga material di sekitar lokasi yang hangus menjadi abu, baliho tersebut justru tampak selamat.
Fenomena ini sontak menimbulkan berbagai spekulasi dan perbincangan liar di tengah masyarakat. Banyak warga yang menyebut selamatnya baliho tersebut bukanlah hal biasa.
“Api besar di bawahnya, kiri kanan hangus, tapi baliho itu masih berdiri. Ini aneh nian,” ujar salah seorang warga yang ikut menyaksikan pasca kebakaran.
Tak sedikit pula yang mengaitkan kejadian ini dengan gambar Ka’bah yang terpampang jelas pada logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di baliho tersebut.
Di media sosial, komentar demi komentar bermunculan:
“Mungkin karena ada gambar Ka’bah, jadi Allah lindungi.”
“Ini bukan sekadar baliho, ini pengingat kebesaran Tuhan.”
“Subhanallah, di tengah api masih utuh.”
Narasi bernuansa religius pun cepat menyebar, membuat foto dan video baliho itu menjadi salah satu konten paling ramai dibagikan warga Bungo pagi ini.
Yang membuat publik semakin penasaran, baliho tersebut terlihat berdiri persis di atas area kebakaran besar. Sementara besi, atap seng, kayu kios, hingga dagangan pedagang di bawahnya hangus terbakar.
Secara logika, baliho berbahan terpal atau vinil semestinya menjadi salah satu benda paling mudah tersambar panas. Namun kenyataannya justru berbeda.
Apakah ini hanya faktor arah angin?
Apakah karena posisi rangka besi yang lebih tinggi?
Ataukah benar seperti yang diyakini sebagian warga, ada “tanda” yang sulit dijelaskan nalar?
Hingga kini belum ada penjelasan teknis mengapa baliho tersebut bisa tetap utuh di tengah ganasnya jilatan api.
Peristiwa ini kini bukan hanya menjadi pembahasan warga sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga mulai viral di berbagai grup WhatsApp, Facebook, hingga TikTok lokal Bungo-Jambi.
Sebagian menjadikannya bahan renungan spiritual, sebagian lain menyebutnya kebetulan yang langka, dan tak sedikit yang menyebut ini sebagai kejadian penuh misteri.
Terlepas dari berbagai tafsir yang berkembang, satu hal yang pasti:
di tengah duka ratusan pedagang kehilangan tempat usaha, baliho yang selamat di atas lautan api itu kini menjadi simbol yang mengundang ribuan tanya.
Pertanda kebesaran Tuhan, atau sekadar fenomena yang belum terjawab?
Waktu yang akan menjawab, namun warga Muaro Bungo sudah lebih dulu dibuat merinding.
Penulis: Mey Landry